Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

Anak Jokowi Anggap CPNS Yang Mundur Gara-gara Gaji Itu Kurang Ajar

Solo- Sempat diberitakan sebelumnya bahawa banyak calon pegawai negeri sipil alias CPNS ramai-ramai mengundurkan diri.Alasan dibalik pengunduran diri tersebut salah satunya karena gaji yang dinilai tidak sesuai. 

Meski sudah menjalani serangkaian tes ketat yang tidak mudah mereka tetap memutuskan untuk mengundurkan diri. Hal tersebut membuat jengkel beberapa pejabat. Salah satunya adalah Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka yang mendapatkan informasi ada CPNS Pemkot Solo mengundurkan diri setelah lolos seleksi .

Gibran bahkan sampai menyebut CPNS yang mengundurkan diri itu kurang ajar.Putra sulung Presiden Joko Widodo tersebut menilai bahwa tidak semestinya masyarakat yang melamar sebagai abdi negara malah mundur setelah lolos seleksi, terlebih karena alasan gaji yang tidak sesuai.

"Sudah daftar ikut tes, mengundurkan diri kurang ajar itu, kurang ajar," kata Gibran saat dijumpai di Balai Kota Solo, Kamis (2/6/2022).

Gibran menegaskan gaji PNS memang tidak besar karenanya jika ingin gaji besar lebih baik jadi pengusaha, karena dengan mengundurkan diri akan sangat merugikan negara.

"Kalau pengin gaji besar ya jangan jadi PNS to, ra cetho itu, ra mutu itu (nggak jelas, nggak bermutu). Jangan kayak gitu lagi, merugikan. Pak Menpan juga marah kan. Kalau pengin kaya ya dadi (jadi) pengusaha. Nggak usah daftar di sini. Di sini untuk pelayanan publik," tegas Gibran.

Tidak hanya Gibran, sebelumnya Menteri PAN-RB Tjahjo Kumolo juga menyatakan CPNS yang mengundurkan diri tersebut jelas merugikan negara. Dia bilang sanksi tegas bakal diberikan kepada CPNS yang mengundurkan diri ini, semua sudah diatur oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan instansi terkait.

"Ya jelas merugikan negara. BKN sedang menyusun sanksi-sanksinya dan ada kementerian lembaga yang menambah sanksi denda," ungkap Tjahjo, Minggu (29/5/2022) yang lalu.

Menurut data ada sekitar 100 orang CPNS yang mengundurkan diri dari total 112.513 yang lolos seleksi dan memulai tahap penetapan sebagai abdi negara.

Sementara itu, di lain pihak, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (DKPSDM) Solo, Dwi Ariyatno, menyebut ada dua CPNS Pemkot Solo mundur dengan alasan diduga gaji tidak sesuai dengan ekspektasi.

"Ada dua yang mundur. Kemarin ditanya alasan tidak sesuai ekspektasi, mungkin terkait gaji," kata Dwi.

Dwi menjelaskan dua orang itu mundur dalam status CPNS. Pemkot Solo pun masih bisa mengganti mereka dengan dua peserta lain sesuai dengan peringkat hasil tes. Kebetulan, dua orang ini baru lolos dan belum mendapatkan surat kuasa pengangkatan, maka bisa dicari gantinya.

"Kalau yang sudah dapat SK lalu mundur, itu dapat sanksi. Tapi kalau ini kan baru lolos tes tapi belum dapat SK, jadi masih bisa dicari penggantinya," jelas Dwi.

"Adapun sebelumnya ada 120 orang yang lolos tes CPNS di jajaran Pemkot Solo. Dua orang kemudian mundur sehingga saat ini ada 118 yang lolos CPNS. Kemarin yang mundur itu dokter gigi sama psikolog klinis," pungkasnya.

Kepala Biro Hukum, Humas dan Kerja Sama BKN Satya Pratama menjelaskan bagi CPNS yang mundur akan mendapatkan sanksi tegas dari pemerintah.

Sanksi paling rendah dan paling umum adalah pelamar kena blacklist, alias tidak bisa lagi melamar pada semua jalur penerimaan aparatur sipil negara (ASN) untuk satu periode berikutnya. Hal itu dijelaskan dalam Pasal 54 ayat 2 Permen PANRB No 27 tahun 2021.

Satya menyatakan pelamar yang telah dinyatakan lulus tahap akhir seleksi dan telah mendapat persetujuan NIP kemudian mengundurkan diri, maka akan dikenai sanksi.

"Sanksi yang diberikan yakni tidak boleh melamar pada penerimaan ASN untuk satu periode berikutnya," ungkap Satya, Jumat (27/5/2022).

Satya menambahkan berbagai instansi memberlakukan sederet sanksi tambahan berupa denda, mulai dari Rp 25 juta sampai Rp 100 juta.

(Ara-Obrolanesia.com)


Post a Comment for "Anak Jokowi Anggap CPNS Yang Mundur Gara-gara Gaji Itu Kurang Ajar"