Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

Bos BPJS Buka Suara Soal Isu Nunggak Iuran Kena Denda Rp 30 Juta

Jakarta - Belum lama ini sempat virak di media sosial dimana ada perseta BPJS yang diisukan didenda 30 juta rupiah karena menunggak bayar iuran.

Kabar tersebut mendapatkan tanggapan dari Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti. Ali menjelaskan bahwa denda Rp 30 juta tersebut, merupakan batas maksimal yang dibebankan kepada peserta.  

Seharusnya denda hanya 5%, dari total biaya layanan di rumah sakit sehingga tidak mungkin dendanya lebih besar dari biaya pelayanan.

"Jadi denda artinya 5% dari total biaya di rumah sakit, yang 2020-2021 itu hanya 2,5%. Jadi tidak mungkin itu lebih besar dari dana pelayanan," kata Ghufron dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR, beberapa waktu lalu.

Berdasarkan laporan yang dia terima sampai saat ini, disebutkan belum ada peserta yang didenda sampai Rp 30 juta.

"Kalau sampai didenda Rp 30 juta, artinya Rp 600 juta pelayanan itu habisnya, seperti itu, kalau untuk 1 bulan. Jadi ini perlu dipahami," jelasnya.

Ghufron mengatakan denda pelayanan akan diberikan, jika peserta tidak mau membayar iuran setiap bulan. Khususnya bagi peserta yang memiliki tipe hanya membayar, ketika dirinya akan menggunakan layanan BPJS Kesehatan.

"Itu adalah denda pelayanan. Jadi orang yang menunggak, itu tiba-tiba katakan sudah 5 tahun atau 1 bulan butuh pelayanan ke rumah sakit, dia nggak mau bayar rutin, jadi maunya kalau butuh dia ke rumah sakit itu yang kemudian didenda," imbuhnya.

Keputusan tersebut tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 64 Tahun 2020 tentang Jaminan Kesehatan. Hal ini untuk menyadarkan masyarakat bahwa ikut kepesertaan dan membayar iuran BPJS Kesehatan adalah kewajiban.

"Intinya jangan sampai terlambat bayar. Kalau tidak mampu, lapor ke dinas sosial, RT/RW lapor membantu untuk dia dimasukkan dalam data DTKS kemudian nanti ke Kemensos, Kemensos komunikasi ke kami," tutupnya.

(Ara-Obrolanesia.com)


Post a Comment for "Bos BPJS Buka Suara Soal Isu Nunggak Iuran Kena Denda Rp 30 Juta"