Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

Minang Identik Dengan Islam, Pantas Nasi Padang Babi Bikin Tersinggung

Jakarta - Baru-baru ini masyarakat Minangkabau dibuat tersinggung karena kemunculan nasi Padang baru yakni nasi Padang Babi.

Sebabnya karena pada umunya nasi Padang dibuat halal dan Padang sendiri merupakan nama  daerah di Sumatera Barat dengan demografi penduduk muslim dari etnis Minangkabau. Menu masakan Padang ditemukan di seluruh Indonesia bahkan mancanegara. 

Dari sekian banyaknya nasi Padang merupakan produk yang halal,namun tidak demikian dengan restoran bernama Babiambo Kelapa Gading di layanan pesan antar daring. Babiambo Kelapa Gading menyediakan nasi Padang babi yang jelas tidak halal.

Anggota DPR dari Sumatera Barat menyatakan 'makanan Padang nonhalal pertama' itu melukai perasaan masyarakat Minang, merusak etika, dan menyalahi budaya. Pokoknya, nasi Padang babi bikin tersinggung orang Minang.

Budayawan Minang dari Universitas Andalas, Profesor Gusti Asnan, menjelaskan eksistensi nasi Padang babi itu bikin tersinggung karena budaya Minangkabau adalah identik dengan Islam. Keberadaan nasi Padang yang tidak halal sama saja pelecehan terhadap budaya Minang yang bercorak Islami itu.

"Saya rasa Urang Awak pantas tersinggung atau marah dengan penamaan kuliner Minang dengan Nasi Padang Babi. Saya atau kita sepakat Minang identik dengan Islam, sehingga simbol-simbol dan unsur-unsur budaya Minang juga identik dengan Islam," kata Gusti Asnan, Jumat (10/6/2022).

Dirinya juga menjelaskan nama Babiambo tersebut berarti 'babi saya'. Padahal Urang Awak (orang Minang) pasti tidak punya babi, sehingga penamaan tersebut dinilainya bisa menyinggung perasaaan orang Minang.

"Penamaan Babiambo itu lebih menyakitkan," kata Gusti Asnan.

Dia pastikan, tidak ada orang Minang yang tidak Islam. Orang Minang haruslah Islam, bila tidak Islam maka bukan orang Minang. Bila ada orang Minang yang keluar dari Islam maka dia tidak lagi disebut sebagai orang Minang dan jumlahnya sangat sedikit.

"Secara umum, bisa dikatakan hampir semua orang Minang adalah muslim," kata dia.

Wakil Ketua Yayasan Pusat Kebudayaan Minangkabau, Hasril Chaniago, menjelaskan perihal falsafah 'adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah' yang artinya 'adat berdasar syariat Islam, syarariat berdasar Alquran'.

"Karena itu semua, kuliner Minang harus halal," kata Hasril Chaniago.

Di luar masakan Padang, ada masakan China halal, masakan Korea halal. ataupun masakan Manado halal. Namun demikian, masakan Padang tidak bisa sebaliknya. Masakan Padang harus halal tanpa ada versi haramnya.

Karenanya menurutnya jika hendak menjual makanan haram, maka tidak boleh membawa nama Minang dan Padang,karenanya kuliner nasi Padang babi itu memancing keributan.

"Sekarang kami melalui berbagai komponen masyarakat Minang sedang menyiapkan langkah-langkah hukum," kata Hasril Chaniago.

(Ara-Obrolanesia.com)


Post a Comment for "Minang Identik Dengan Islam, Pantas Nasi Padang Babi Bikin Tersinggung"