Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

Pria Asal Wangkal Kabarnya Stres Ngaku Sebagai Nabi

Jakarta - Media sosial kembali dihebohkan dengan adanya postingan akun bernama Nabi Nanang, dalam sejumlah postingannya sang pemilik akun mengaku dirinya adalah seorang nabi. 

Dirinya membahas tentang alam semesta di beberapa postingannya. Bahkan akun Nabi Nanang juga mengajak untuk berjihad di jalan Allah. Dengan iming-iming jika bersamanya akan dibukakan pintu surga.

Nabi Nanang memposting tulisan dengan penataan kalimat yang rapi bak seorang filsuf yang membahas tetang ketauhidan dan filsafat. Namun di postingan lainnya, pemilik akun menuliskan dan mengaku sebagai seorang nabi.

“Saya ajak untuk berlogika. Jika saya nabi palsu, saya pasti ditangkap polisi. Dan banyak yang melapor, apalagi sama ulama. Allahuaklam (Cuma Allah yang maha mengetahui,” tulis akun Nabi Nanang.

Nabi Nanang juga menuliskan alamat tempat tinggalnya dalam postingan lainnya. 

“Saya orang Wangkal, tepatnya Dusun Kramat, RT 13 RW 4. Dahulu RW 2. Tapi KTP masih belum berubah, KTP Krejengan. Kurang lebih 3 tahun yang lalu saya nikah dengan orang Dawuhan,” tulisnya.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Probolinggo menanggapi hal tersebut, menurut mereka secara konten mengaku nabi zaman sekarang adalah perbuatan yang menyimpang. Sebab jelas, nabi Muhammad adalah Khataman Nabiyyin.

”Jadi sudah jelas. Secara konten jika mengaku nabi ini sudah menyimpang. Sebab, tidak ada lagi setelah Nabi Muhammad. Ini sudah Aas Alquran,” beber Sekretaris MUI Kabupaten Probolinggo H Yasin.

Yasin juga mengungkapkan bahwa hal tersebut juga telah masuk pada 10 kriteria aliran sesat dari MUI Pusat. Di antaranya; Mengingkari salah satu dari rukun iman yang 6; Meyakini dan atau mengikuti aqidah yang tidak sesuai dengan Alquran dan sunnah.; Meyakini turunnya wahyu setelah Alquran; Mengingkari otentisitas dan atau kebenaran isi Alquran.

Selanjutnya adalah dengan melakukan penafsiran Alquran yang tidak berdasarkan kaidah-kaidah tafsir; Mengingkari kedudukan hadis nabi sebagai sumber ajaran Islam; Menghina, melecehkan dan atau merendahkan para nabi dan rasul; mengingkari Nabi Muhammad sebagai nabi dan rasul terakhir; Mengubah, menambah dan atau mengurangi pokok-pokok ibadah yang telah ditetapkan oleh syariah, seperti haji tidak ke Baitullah, salat wajib tidak 5 waktu; Mengkafirkan sesama muslim tanpa Dalil Dyar’i seperti mengkafirkan muslim hanya karena bukan kelompoknya.

“Secara konten, ini sudah masuk pada kriteria aliran sesat dari MUI pusat. Dengan hal tersebut kami meminta kepada masyarat agar tidak percaya. Itu (nabi setelah Nabi Muhammad) tidak ada. Jangan terpengaruh,” ujarnya.

Yasin juga megungkapkan bahwa pihaknya masih terlebih dahulu akan mencari informasi tentang konten atau postingan akun Nabi Nanang tersebut. Hal ini dilakukan guna mencari tahu apa tujuan di balik postingan tersebut. 

“Perlu ditelusuri dulu. Apakah tulisan yang bersangkutan itu benar ditulis oleh yang bersangkutan, atau akunnya diretas. Kami juga harus melihat bagaimana kondisi orangnya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Wangkal, Gading, Ahmad taufiq membenarkan jika pemilik akun tersebut dulunya adalah warganya. 

“Betul, tapi apa sudah pindah lagi ke Wangkal apa belum, saya belum tahu. Nama aslinya Nanang Zainuddin,” katanya.

Nanang sendiri sudah menikah dan ikut istrinya ke daerah Krejengan,tetapi menutu informasi terbaru belakangan Nanang sudah kembali ke Desa Wangkal.

“Sudah punya anak. Kabarnya stres sejak ada di Krejengan. Makanya oleh mertua dan istrinya, dibawa ke Wangkal lagi,” ujarnya.

Dari hasil pernikahannya, Nanang diketahui memiliki dua orang anak. Sebelum disebut-sebut stres, keluarga Nanang sudah sempat melakukan perawatan ke sejumlah dokter. Upaya membawa Nanang ke rumah sakit di Lawang sudah dilakukan tetapi ditolak oleh Nanang.

“Diobati di sini (Wangkal, Red), mau dibawa ke (RSJ) Lawang, gak mau kata keluarganya. Jadi stresnya kumat kumatan. Diberi pil pengobatannya. Kalau pilnya gak ada, pasti kambuh stresnya,” ujarnya.

Keluarga Nanang dan istrinya sudah mengetahui bahwa postingan Nanang menjadi viral. Namun untuk mencegah atau memberikan teguran, keluarganya sama-sama takut karena mereka takut apabila stresnya kambuh, akan terjadi hal yang tidak diinginkan.

“Sudah tahu tapi takut. Istri dan mertuanya mau menegur, tapi takut dibunuh. Makanya dipulangkan ke Wangkal. Begitupun keluarganya yang di sini juga takut. Jadi keluarganya minta tolong kalau bisa di-hack akunnya agar postingannya tidak ada,” ujarnya.

(Ara-Obrolanesia.com)

Post a Comment for "Pria Asal Wangkal Kabarnya Stres Ngaku Sebagai Nabi"