Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

Diminta Berkerudung Saat Wawancarai Presiden Iran, Jurnalis CNN Tegas Menolak

Jakarta – Seorang jurnalis senior CNN bernama Christiane Amanpour dengan tegas menolak persyaratan dari pihak Kepresidenan Iran yang memintanya berkerudung saat mewawancarai Presiden Iran, Ebrahim Raisi.


Menurut Christiane Amanpour, wawancara dilakukan di wilayah Amerika Serikat, yakni di sela-sela Sidang Mejelis Umum PBB, di New York.

Namun, ajudan Presiden Raisi memintanya untuk mengenakan kerudung saat wawancara.

"Kita ini di New York, tempat tanpa aturan atau tradisi penggunaan kerudung," tulis Amanpour melalui akun Twitternya.

Amanpour juga mengunggah foto dirinya yang tanpa mengenakan kerudung sedang duduk di depan kursi kosong yang sedianya ditempati Ebrahim Raisi.

Sebelumnya, ajudan Raisi mengajukan persyaratan agar Amanpour mengenakan kerudung saat mewawancarai Presiden Ebrahim Raisi dengan alasan ‘menghargai’.

Menurut pihak Raisi, permintaan tersebut diajukan mengingat situasi di Iran yang sedang memanas akibat unjuk rasa besar-besaran setelah tewasnya seorang tahanan perempuan yang diduga karena melanggar aturan berjilbab.

Mahsa Amini diberitakan mengalami koma dalam kerusuhan karena ditangkap polisi. Aparat disebut melakukan pemukulan ke kepala Amini dengan pentungan dan mengempaskan kepalanya ke kendaraan polisi.

Namun tuduhan tersebut dibantah oleh pihak kepolisian setempat. Menurut versi mereka, Amini meninggal dunia karena gagal jantung.

Menurut catatan organisasi non-pemerintah Iran Human Rights (IHR) yang berbasis di Oslo, Sabtu (24/9/2022), setidaknya 50 orang tewas akibat penindakan keras pasukan keamanan Iran dalam unjuk rasa memprotes kematian Mahsa Amini.

Menurut keterangan CNN sendiri, Presiden Iran Ebrahim Raisi membatalkan rencana wawancara karena Christiane Amanpour menolak untuk mengenakan kerudung di hadapan Raisi.

"Presiden Iran Ebrahim Raisi membatalkan wawancara yang telah lama dipersiapkan dengan kepala pembawa berita internasional, Christiane Amanpour, di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York, Kamis, setelah dia menolak permintaan di menit akhir untuk mengenakan kerudung," demikian laporan CNN.

Sebelumnya, Amanpour yang tumbuh besar di Ibu Kota Iran, Tehran, memang biasa mengenakan kerudung saat meliput berita di Iran. Namun, rencana wawancara bersama Ebrahim Raisi digelar di New York.

"Saya dengan sangat sopan menolak atas nama diri saya dan CNN, dan jurnalis perempuan di manapun karena ini bukanlah syarat," kata Amanpour dalam acara CNN, New Day, Kamis (22/9/2022) waktu setempat.

Post a Comment for "Diminta Berkerudung Saat Wawancarai Presiden Iran, Jurnalis CNN Tegas Menolak"