Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

Malaysia Jual RON 95 Lebih Murah Dari Pertalite, Kok Bisa?

 Jakarta – Pemerintah resmi menaikkan harga BBM bersubsidi pada Sabtu (3/9/2022) pukul 14.30 WIB.


Salah satu jenis BBM yang mengalami kenaikan harga yang signifikan adalah Pertalite, dari Rp 7.650 menjadi Rp 10.000 per liter.

Meski demikian, dengan kenaikan semua jenis BBM di Indonesia ini ternyata masih lebih mahal dibandingkan Malaysia.

Malaysia memang memberikan subsidi bensin tetapi dengan oktan yang lebih tinggi. Maka bensin RON 95 di Malaysia bisa lebih murah dari Pertalite. Kok bisa?

Harga bensin RON 95 Malaysia tercatat hanya 2,05 ringgit per liter atau sekitar Rp 6.814. Sedangkan, harga Pertamax di Indonesia yang memiliki RON lebih rendah, yakni RON 92 dibanderol Rp 14.500 per liter.

Menurut keterangan Direktur Eksekutif Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB), Ahmad Safrudin, Malaysia memang memberlakukan subsidi. Namun subsidi tersebut digunakan hanya ketika harga minyak mentah mengalami kenaikan.

"Seiring dengan kenaikan crude oil (minyak mentah) naik menjadi Rp 9,840 per liter (Pertamax Turbo). Coba dibandingkan dengan Pertamax Turbo yang comply dengan Euro4 dengan BBM di Malaysia, sama dengan Euro4 tapi HPP (Harga Pokok Penjualan) di Malaysia hanya Rp 3.472 per liter itu 17 September 2021," kata Ahmad Safrudin.

Ahmad Safrudin menambahkan, harga BBM di Malaysia lebih stabil karena subsidi yang berkelanjutan, namun kebijakan itu bukan hanya berupa subsidi biasa. Selain itu, masyarakat juga bisa memantau HPP dan profit margin dari penjualan BBM.

"Dalam minggu-minggu ini berapa HPP di Malaysia, ketika crude oil 102 - 105 USD per barel?" ujarnya.

"Kita lihat gasoline di Malaysia Rp 9.866 per liter (HPP), pemerintah Malaysia menjual di SPBU Rp 6.804 per liter artinya di sini pemerintah Malaysia mensubsidi BBM kepada masyarakatnya. Kemudian di HPP Diesel Fuel Rp 10.347 per liter, dijual di SPBU Rp 7.136 per liter," lanjutnya.

Pemerintah Malaysia memang akan mensubsidi BBM jika harga minyak mentah naik, namun akan mengambil pajak atau cukai jika harga minyak mentah turun di bawah 80 USD per barel.

Nantinya, pajak tersebut digunakan kembali untuk mensubsidi BBM, bila harga minyak mentah naik.

"Angka-angka ini berbeda dari sebelumnya, sebelumnya HPP di Malaysia lebih rendah dari harga SPBU. Tetapi ketika crude oil tinggi seperti saat ini sebelumnya mencapai 120 USD per barel maka pemerintah Malaysia memberikan subsidi. Tetapi subsidi ini akan menjadi pajak BBM ataupun cukai BBM ketika harga crude oil turun drastis di bawah 80 USD per barel. Nah inilah bijaksananya pemerintah Malaysia dalam menetapkan harga,” jelas Ahmad Safrudin.

"Sehingga di Malaysia mau crude oil tinggi ataupun rendah, harga BBM di SPBU relatif sama yaitu sekitar 2,05 Ringgit sampai dengan 2,2 Ringgit per liter atau sekitar Rp 7.200 sampai Rp 7.300 per liter," pungkasnya.

Post a Comment for "Malaysia Jual RON 95 Lebih Murah Dari Pertalite, Kok Bisa?"