Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

28 Personel Polri Diduga Melanggar Kode Etik Dalam Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan

Jakarta – Sebanyak 28 anggota Polri di duga telah melakukan pelanggaran kode etik dalam kasus kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang yang memakan korban 125 orang tewas.

Menurut penjelasan Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Dedi Prasetyo, Tim Investigasi Polri telah menemukan adanya dugaan pelanggaran kode etik oleh personel polri dalam tragedi Kanjuruhan.

"Dari hasil pemeriksaan Irsus (inspektorat khusus) Irwasum Polri dan Biro Paminal, update yang perlu saya sampaikan malam hari ini, juga melakukan pemeriksaan dugaan pelanggaran kode etik anggota polri sebanyak 28 personel Polri. Ini masih dalam pemeriksaan," jelas Dedi Prasetyo, Senin (3/10/2022).

Sebelumnya, Tim Investigasi Polri telah melakukan gelar perkara dan memeriksa 20 orang saksi.

"Dari hasil pemeriksaan itu tim melakukan gelar perkara. Dari hasil gelar perkara, meningkatkan status dari penyelidikan sekarang statusnya menjadi penyidikan. Tim akan bekerja secara maraton," ujar Dedi.

"Unsur ketelitian, kehati-hatian, dan juga proses pembuktian secara ilmiah juga menjadi standar tim ini bekerja," lanjutnya.

Terkait peristiwa ini, Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat sudah dicopot dari jabatannya melalui Surat Telegram nomor ST/2098/X.2022.

AKBP Ferli Hidayat digantikan oleh AKBP Putu Kholis Aryana yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, di wilayah Polda Metro Jaya.

Post a Comment for "28 Personel Polri Diduga Melanggar Kode Etik Dalam Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan"