Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

Kerusuhan Stadion Kanjuruhan : Arie Kriting Soroti Penggunaan Gas Air Mata

Jakarta - Komika Indonesia, Arie Kriting, ikut menyoroti soal tewasnya 153 orang suporter dalam kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Malang, pasca kekalahan Arema FC saat menjamu Persebaya Surabaya.

Arie Kriting mengunggah ulang cuitan warganet melalui akun Twitternya terkait tragedi sepak bola paling mematikan di dunia yang terjadi di Peru tahun 1964.

"Bencana sepak bola terbesar di dunia itu terjadi di Lima, Peru tahun 1964 dan menewaskan 328 jiwa," demikian cuitan yang diunggah ulang Arie Kriting, Minggu (2/10/2022).

Setelah itu, Arie Kriting menyinggung soal tembakan gas air mata dari petugas kepolisian yang dianggap sebagai pemicu banyaknya korban dalam kerusuhan di Stadion Kanjuruhan.

"Tebak pencetusnya apa? Gas air mata," lanjut tulisan warganet yang diunggah ulang oleh Arie Kriting.

Tulisan tersebut juga menyinggung soal larangan penggunaan gas air mata untuk laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya pada tahun 2019 lalu.

"Tahun 2019, penggunaan gas air mata dilarang dalam pengamanan pertandingan Arema versus Persebaya," demikian cuitan dari akun @adepedia.

Terdapat penggalan pernyataan dari Komjen Unggung Cahyono yang saat itu menjabat sebagai Kaba Intelkam Mabes Polri terkait alasan pelarangan penggunaan gas air mata untuk pengamanan laga Arema FC vs Persebaya Surabaya.

"Dari pengalaman yang sudah-sudah, justru membawa dampak luas dan bisa memancing suporter anarkis," jelas Komjen Unggung Cahyono.

Sebelumnya, tercatat 153 orang tewas akibat kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Malang pada Sabtu (1/10/2022) malam WIB.

Kerusuhan terjadi pasca kekalahan tuan rumah Arema FC atas Persebaya Surabaya dengan skor 2-3.

Suporter Arema FC yang kecewa atas kekalahan tim kesayangannya langsung masuk ke lapangan dan melakukan perusakan terhadap fasilitas stadion.

Situasi ini membuat petugas kepolisian terpaksa menembakkan gas air mata untuk membubarkan suporter. Namun sayangnya, gas air mata itu justru membuat suporter panik dan segalanya semakin kacau. Banyak penonton yang masih berada di dalam stadion menjadi panik dan terinjak-injak.

Post a Comment for "Kerusuhan Stadion Kanjuruhan : Arie Kriting Soroti Penggunaan Gas Air Mata "